Akar Ketakutanku adalah Rasa Kehilangan

Aku takut kehilangan segalanya, baik itu kepercayaan, pertemanan, keyakinan, harga diri, orang yang selalu ada, posisi, ketenaran, keberadaan, cinta, impian, keberanian and everything in my life.

Selama ini kenapa aku takut untuk mencoba hal baru? ada banyak alasan yang selalu saja menghantui pikiranku, diantaranya takut mengecewakan diriku sendiri yang selalu gagal dan menjadi beban orang lain serta mungkin suatu saat mereka juga akan kesal kemudian membenci, lantas pergi dengan pandangan buruk tentangku. Selain itu, aku selalu takut kalau orang lain memandangku dari sudut pandang yang negatif. Aku memang manusia yang tidak sempurna dan akan selalu begitu. Setiap hari akan ada dan selalu ada kesalahan yang barangkali aku lakukan sehingga menjadikan diriku akan kehilangan harga diri dimata orang lain.

Harga diri yang selalu aku jaga agar aku tidak direndahkan, justru itulah yang menjadi sumber ketakutanku. Ketika aku begitu terlalu banyak rasa takut untuk dikritisi, dinilai, dan tidak dihargai, aku berusaha mencari pembenaran tentang siapa aku dimata orang lain. Ternyata, itu hanyalah hasil dari keegoisan agar aku terlihat baik dimata semua orang dan mengharuskan setiap orang untuk menyukai diriku. Padahal, mencari pengakuan dimata orang-orang akan sangat melelahkan.

Aku begitu takut ketika tidak ada lagi orang-orang disekitar yang mempercayaiku untuk berada di sisi mereka. Mereka dulunya menganggap aku adalah orang yang "Andal". Namun, karena aku takut merasa kehilangan, aku selalu berusaha yang terbaik untuk memenuhi ekpektasi mereka, dan melupakan tentang diriku sendiri. 

Orang lain tidak lagi percaya denganku dan impianku, beberapa dari mereka mungkin akan berkata, "Kok si peringkat satu sekarang begitu, ya?" dan jika memang ada, aku tidak akan menyangkal hal itu. Pada akhirnya, akupun turut merasa telah kehilangan diriku sendiri. Kendatipun aku sudah tidak tampak lagi di mata mereka sebagai sesuatu yang berharga, aku tetap harus menjadi diriku sendiri.

Aku memang manusia yang selalu merasa kesepian dan dari dulu aku juga merasa seperti itu. Sejauh manapun, aku mencari seseorang yang bisa mengisi kekosongan dihati ini pada akhirnya aku juga merasa sendiri lagi. Memang benar, ada orang yang dikelilingi dengan cinta dari orang sekitarnya karena dia adalah manusia yang juga mungkin penuh cinta, ketulusan, dan kepedulian. Aku juga ingin merasakan ketulusan itu, mungkin jika diriku adalah seseorang yang bisa membantu orang lain untuk melewati rasa kesepian di hidupnya maka ada pelajaran ketulusan dan cinta yang bisa aku dapat.

Rasa kehilangan juga menjadi gap antara hubunganku dengan kedua orang tuaku. Setiap kali aku meminta sesutau hal yang berkaitan dengan pendidikan mamak dan bapakku selalu menyangguppinya, selain itu mereka berdua adalah koki terbaik dengan ragam masakan yang sangat enak. Namun, mereka berdua jarang sekali ngobrol bareng anaknya, ngobrol sii tapi bukan tentang yang deep banget gitu, paling bahas anak orang atau anak temannya. Apalagi bapakku jarang banget ngobrol, kamu bayangin aja dah di satu meja nih, ga ada tuh obrolan yang receh atau basa-basi yaa diem-dieman aja gitu kan jadi awkward gitu ya. Aku ga tau apa karena kurangnya kedekatan antara aku dengan mereka sehingga diriku merasa kurangnya kehadiran sosok yang seharusnya bisa menjadikan rumah sebagai tempat terbaik dalam hidupku yang dimana aku merasa betah untuk bercerita dan berbagi tentang kehidupan ku dihari itu. Ternyata, aku ga tau dan memilih bercerita disini aja.

Untuk saat ini, aku yakin bahwa hidup adalah perjalanan untuk meramaikan kisah seseorang dan menuliskan cerita yang kita punya. Ketika diriku datang dengan memberikan sisi baik, kehadiran, dan kebermaknaan sebagai pelengkap dalam perjalanan seseorang, aku telah turut serta menjadi bagian dari cerita yang sedang mereka tulis. Pada akhirnya, hubungan adalah cara seseorang untuk mengisi kehilangan, walaupun akan selalu ada siklus datang dan pergi silih berganti dengan orang-orang baru, lantas kemudian ada yang memilih untuk tetap bertahan atau justru bertolak meninggalkan kita. Apapun itu ukirlah kesan yang baik pada setiap orang dan setelah itu pergilah dengan tenang.

Akar Ketakutanku adalah Rasa Kehilangan Akar Ketakutanku adalah Rasa Kehilangan Reviewed by Halim R on April 29, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.