Pecundang Cinta dan Permintaan Maafku

Hai aku merasa bersalah banget atas tindakanku hari ini, beberapa hal yang kulakukan telah merugikan diriku dan orang lain. Aku ingin meminta maaf karena aku tidak bisa menjadi orang yang selalu baik, entah itu untuk diriku sendiri ataupun orang di sekitarku. Sekali lagi, kalau memang kehadiranku membuatmu terganggu atau terabaikan aku sungguh berharap dirimu tidak membenciku.

Seringkali aku lupa untuk menganggap keberadanmu adalah hal yang penting di dalam hidupku. Maafkan aku yang tidak pernah peka terhadap kesepian dan kesendirian yang kamu alami. Kamu selalu memberikan aku sebuah cinta dan ketulusan, tetapi balasan yang aku beri adalah berpura-pura tidak peduli juga hanya menganggap itu adalah sebuah permainan licik.

Aku sungguh manusia yang kaku dan berhati kotor. Pantas saja tidak pernah ada ketenangan dari cinta dan ketulusan yang ikhlas untuk berada di hati ini. Seandainya waktu bisa terulang kembali aku memilih untuk menjadi bagian dari kalian yang pernah hadir di dalam hidupku. Aku salah selama ini, menganggap bahwa sebuah hubungan akan berjalan abadi, bahkan dalam sebuah ikatan melalui perkawinan masih ada yang merasakan kekosongan di hati mereka.

Menurutku rasa takut dan emosi negatif telah mengakar begitu kuat di hati dan fikiran ini. Betul saja aku tidak bisa merasakan apapun saat aku bersama dengan yang lain hingga suatu ketika seorag manusia hadir dengan warna baru dan membuat hati dan pikiranku sulit untuk bisa melupakannya. Terlepas dari ketidak pekaanku terhadap cinta ini yang begitu rumit, sangat amat rumit. Aku suka dengan seseorang, tetapi untuk bisa mengungkapkannya saja aku tidak mampu. Mungkin akan ada penyesalan yang akan terjadi kembali sebab aku lebih memilih diam dari pada mengungkapkannya.

Betul aku pria yang pecundang, seharusnya aku lebih berani dalam mendekati orang yang aku sukai, tetapi jujur saja aku tidak siap untuk menerima luka yang lebih besar ketika kamu tidak lagi bersama denganku. Hei kamu tau ngga ngeliat kamu dekat dengan yang lain saja kadang aku cemburu, dibalik kecemburuan itu terkadang aku juga mempertanyakan apakah kehadiranku begitu bermakna dan bisa membuatmu merasa untuk lebih bahagia.

Kalaupun kamu begitu mencintai orang yang lebih baik daripada aku, kamu jadi senang, dan itu bisa buat kamu tersenyum why not untuk membiarkanmu pergi? Jujur akan terasa sakit dan nyelekit, tetapi hubungan yang dijalankan tanpa rasa cinta dan komitmen yang benar-benar kuat, tidak akan pernah berakhir bahagia. Kamu berhak memilih cintamu. Namun, ada satu hal yang harus kamu ingat bahwa kadang kita terlalu menggebu-gebu karena adanya sensasi baru yang membuat kita tertarik pada orang baru, disisi lain justru menyia-nyiakan orang yang sudah lama bersama dengan kita.

Jadi ngomongin soal cinta, justru makin bertanya-tanya dimasa depan nanti wanita seperti apa ya yang akan bersamaku? Apakah selamanya diriku akan menjadi pecundang dan hanya terus-terusan berambisi mengejar karir sebagai bentuk pengalihan dari rasa cinta itu? Haha kadang lucu juga ya. Buat kamu yang sedang jatuh cinta dan suka dengan seseorang setidaknya sekali dalam seumur hidup kita mengungkapkan perasaan kita kepada seseorang yang kita sukai. Walaupun begitu, aku sebagai penulis tidak punya keberanian untuk mengungkapkannya haha dasar manusia pecundang.


Pecundang Cinta dan Permintaan Maafku Pecundang Cinta dan Permintaan Maafku Reviewed by Halim R on Mei 07, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.