Ada sebuah rasa takut yang amat besar menghadangku untuk maju, membuatku terbatas untuk bisa melangkah maju. Ketika aku kecil impianku adalah menjadi seorang dokter, kalau kamu tau dr. Murphy dari series film berjudul "The Good Doctor". Aku sangat ingin sepintar dan sejenius dia. Kadang aku sendiri meragukan segalanya, tetapi disisi lain semangat untuk mencoba terus membara di dalam diriku.
Aku seperti punya dua kepriadian. yakni kepribadian untuk maju yang selalu ingin jatuh, gagal, dan coba lagi. Sisi kepribadian ini cenderung timbul disaat-saat aku berada pada titik terpasrah setelah menyerahkan segala usaha yang aku bisa. Selain itu, ada sisi kepribadian yang selalu menghantui pikiranku dengan rasa takut, penuh keraguan, dan rasa cemas. Perasaan ini menjadika aku merasa terus di selubungi berbagai kekhawatiran terhadap hal-hal yang ada di masa depan. "Bagaimana kalau nanti...." kemudian muncul dan tergambarkan hal-hal negatif yang terus membayang-bayang.
Pada tahun 2026 ini, aku berhasil lolos kedokteran jalur UTBK dan alhamdullilah menjadi suatu hal yang sangat aku syukuri dalam hidup. Disinilah pintu masuk pertama sebelum memasuki pintu-pintu lainnya. Ada rasa sedikit bersalah kepada kedua orang tuaku karena biaya kedokteran yang cukup mahal, kami bisa dikatakan menengah untuk kemampuan finansial sehingga akan menjadi tantangan yang amat besar untuk melalui semua ini. Biaya puluhan dan belasan juta yang dikeluarkan dan banyak hal lainnya adalah bentuk pengorbanan yang mesti dilakukan.
Satu-satunya cara dalam melewati kenekatan hidup ini adalah dengan mencari beasiswa, hampir di setiap syarat membutuhkan prestasi, pengalaman berorganisasi, atau dampak sosial. Disitulah kelemahanku, aku tidak punya value yang cukup sebagai penerima beasiswa. Di era ini, setiap orang setidaknya punya nilai yang bisa mereka jual dan berikan untuk orang lain. Kalau hanya sekedar presati kelas ataupun nilai itu penting, tetapi hal yang tadi itu juga sanagt penting.
Maka dari itu rencana masa depanku bisa mendapat beasiswa setidaknya untuk meringankan kedua orang tuaku. Setelah lulus mendapat gelar dr. pun aku tidak yakin akan kah langsung mendapat kerja atau perlu mencari kesana kemari. Namun, aku akan berjuang untuk bisa mejadi seorang dokter yang bisa membantu banyak orang untuk menyembuhkan mereka. Tidak hanya menajdi seorang dokter saja, tetapi juga aku ingin bisa menemukan sebuah inovasi obat-obatan yang bermanfaat untuk masyarakat.
Inilah perjalanan baruku bismillah....


Tidak ada komentar: