Ada hati kecil yang terluka begitu menyesak dan membuatku tidak bisa melupakan perbuatanmu padaku. Aku merasa perlakuanmu terhadap diriku dan orang lain membuatku menjadi merasa kesal. Kau yang sok asik cuma mau jadi pusat perhatian seolah-olah semua hal akan menjadi milikmu, selain itu kau juga mengambil bagian orang lain demi egomu semata.
Kau tidak di ajak, tapi memaksa untuk ikut? entah aku ga masalah kalau mau belajar bareng. Hanya saja, tolong jangan peralat gue hanya karena kita berteman dan seenak jidat lu bawa-bawa nama gue untuk keuntungan lo pribadi. Gua muak tapi ga tau aja bilangnya kaya gimana ke elo yang banyak gaya itu.
Sepertinya, ketidaksukaanku memuncak ketika dia menceritakan keburukan orang lain hanya demi ingin bisa dibilang si paling punya banyak teman, gila banget. Di depan nya kau tampakan yang baik-baik saja, tidak satupun kau tunjukan sifat aslimu, sebaliknya kau malah ceritakan keburukan teman kita kepada orang lain.
Kau bahkan berharap agar aku tidak mengejar impian yang telah menjadi harapanku sejak kecil, disaat kau bilang padaku dengan wajah sedih yang penuh kepura-puraan itu, "aku berharap kau ga lulus lim" kurang lebih katamu disaat itu, lantas aku menjawab dengan penuh senyum dan perasaan hati yang muak sebenarnya"memang kenapa?", kau berfikir sejenak mencari jawaban yang tepat lalu kau bilang "soalnya kami ga mau kehilanganmu" Ujarnya, yah itu bohong. Aku tidak merasakan apapun yang tulus dari ucapannya.
Di saat hasil keluar dan aku dinyatakan lolos, kau bahkan berpura-pura untuk senang di hadapanku, apakah kau merasa kalah? Setelah itu apalagi, dia posting foto kami bersama terpampang disitu dengan tulisan jurusanku yang baru. Disuruhnya aku repost dan malahan aku nurut padanya jujur aku ga tau tujuan dia apa, tapi hatiku tidak menyukai itu dan seolah dia berharap aku jatuh.
Dia kerap ikut campur urusan orang, aku pernah ni kan ya nonton something deh di HP, dan dia sekepo itu buat nyamperin aku dia bilang "nonton apa lim?", ya aku jawablah "adadeh"Setelah itu dari kejauhan dia bergerak dan jalan menuju tempat aku duduk ada kali 3-5 Meteran. Tujuannya buat apa sih mau ganggu aku? atau apa? heran bat dah.
Ada lagi nih posisinya di masjid dan aku ga sengaja ke temu sama dia, posisinya saat itu lagi bulan puasa. Waktu itu kelas kami akan mengadakan bukber kelas besama, aku memilih untuk tidak hadir ya karena something deh. Eh lu tau ga, dia nanya ke gua, "kenapa ga ikut bukber sisa dikit tuh kursinya" ujarnya, lantas aku pun membalas "ya gapapa nanti aku isi" Dengan cara soknya yang suka mencampuri urusan orang lain kau mau tau dia bilang apa, "sini aku listkan sekarang" Kenapa sih dia tu ga mau ngehargai pilihan orang lain dan sesuka-sukanya banget. Salah satu alasan utamaku ga mau hadir, yaa aku ga mau ketemu dia hatiku merasa takut dan terancam terus karena keberadaanya.
Sebenarnya ada banyak lagi yang tidak bisaku gambarkan tentang sikap dan perilakunya yang bikin energi gue kesedot habis. Maka dari itu salah satu cara adalah dengan menjaga jarak aman dari orang sepertimu.supaya hati kecil ini tidak terluka.
Terlepas itu semua, aku minta maaf ya kawan aku udah menuliskan hal-hal di atas. Kamu adalah salah satu teman yang baik bagiku, telah memberiku makan yang enak dirumahmu, kemudian kau jadi seorang teman berfikir yang kadang kala membantu membuatku tau kalau itu baik atau tidak. Aku juga menganggapmu adalah manusia yang Tuhan ciptakan untuk belajar menghadapi sifat-sifatmu itu, sebab bisa jadi di masa yang akan datang nanti aku berhadapan dengan orang sepertimu dan bisa bertindak sesuai dengan keputsan-keputusan yang aku buat. Bukan rasa takut atau ancaman.
Aku berharap dirimu bisa lebih sukses dan jaya dari sebelum-sebelumnya, kelak dirimu bisa merasa bahagia dan menjalani hidup sesuai yang kamu inginkan. Salam damai.


Tidak ada komentar: