Rasa takutku menghilangkan sisi kemanusianku

Untuk kamu adik kecil yang waktu itu menawarkan daganganmu di sebuah Cafe, disaat itu kamu mungkin kesal dan lelah sehingga kamu meledek kakak dengan wajah lucumu sampai-sampai membuat kakak dan teman-teman kakak menertawakanmu. Sungguh aku tidak bermaksud untuk menyakitimu atau merendahkan kamu dek, aku tidak sengaja aku begitu merasa bersalah kalau saja aku punya keberaniaan di hari itu. Setelah pulang, aku ingin menghampiri dan membeli beberapa dagangan untuk membuatmu senang serta menyampaikan maafku untukmu.

Teruntuk supir angkot yang saat itu angkutannya sedang mogok di jalan  dan mungkin sedang pulang, aku sungguh minta maaf. Betapa hilangnya hati nuraniku kala itu, disaat aku sedang mengendarai motor aku mengabaikanmu dan menganggap serta berharap akan ada orang lain yang membantu.

Teruntuk supir pick-up yang saat itu sedang menanjak gunung tinggi, kemudia mobil tersebut tidak kuat untuk naik karena posisi jalanan begitu licin setelah diguyur hujan sungguh aku minta maaf. Saat itu, ada beberapa orang yang sedang membantumu, mendorong, dan mengganjal. Waktu hal tersebut terjadi aku sedang terburu-buru menuju kampus dan aku begitu dilema antara dua pilihan membantu atau mengabaikan karena mata kuliah akan segara dimulai. Jujur aku ingin sekali membantumu dan niat untuk putar kembali, tetapi hal itu tidak terjadi dan sungguh aku merasa menyesal.

Teruntuk Nenek penjual sayur gerobak yang baik hati setiap minggu mengantarkan sayurannya kerumah kami. Maafkan aku ya nek kalau kadang aku menjadi canggung saat ngobrol denganmu. Jujur aku ingin sekali bicara dan mengajkmu masuk untuk membuatkanmu secangkir teh. Namun, sekali lagi ketakutanku terlalu besar daripada ketulusan itu sendiri. Maaf ya kalau aku belum bisa memberikan apa-apa selaintersnyum melihat ketulusanmu nek.

Teruntuk anak kucing kecil dengan kelucuan dan kelincahannya waktu itu kamu sedang merasakan sakit kan? Padahal, ibuku sudah menyuruh untuk memberikan obat, tetapi aku malah pura-pura tidak tahu dan mengabaikannya. Aku salah dan sungguh minta maaf, aku harap kamu selalu sehat ya anak kucing kecil itu.

Terntuk Ikan koki hingga hari ini aku bahkan belum melakukan tindakan apapaun untuk membantunya. Ia berenang terbalik ke atas dan kesulitan berenang karena perutnya yang membesar dan sebagai seorang yang bukan kah sudah seharusny aku turut membantu? Tapi jujur aku tidak merasakan emosi apapun kosong, abai, dan ga tau ya kayak ya udah. Ini bahaya banget aku krisis emosi

Teruntuk aca dan kawan-kawan maafkan aku ya kalo selama ini belum bisa jadi teman yang peduli dan tulus. Aca benar kalau aku adalah orang yang ga bisa dipercaya, seringkali akupun merasa begitu pada diriku sendiri suka bohong dan buat janji yang ga pernah ku tepati. Aku selalu bilang pada diriku untuk "berani, percaya dsb" yang pada akhirnya itu semua hanya omong kosong. Makasih ya ca sudah banyak mengajarkan ku untuk percaya pada teman dan semangat dalam mengehar prestasi.

Teruntuk Mbah surat sukarti yang mungkin sedang kesepian ga ada teman cerita, bingung mau ngapaian sangking sepihnya mbah hanya menghabiskan waktu menonton TV sepanjang hari kemudian tertidur pulas. Maafkan cucuk mu ini ya yang ga punya nyali untuk ketemu, aku mau menemanimu tapi aku ga tau mau ngomong apa ngobrol apa jujur saja aku malu. Terimakasih ya mbah atas segala hal yang telah mbah berikan.

Teruntuk tetanggaku, kalian semua orang yang baik. Jujur aku sendiripun bingung untuk bisa bersosialisais dengan kalian. Aku pemalu sekali ga punya keberanianu untuk mulai berbicara, jika ada kesempatan aku ingin ngobrol banyak hal tentang masa depan, seberapa menakutkannya menjadi orang dewasa, cinta, dan ketulusan,

Teruntuk diriku sendiri, terimakasih sudah menemani perjalananku selama  lebih dari 19 tahun ini. Pasti banyak kelalain yang telah aku perbuat dan aku minta maaf karena telah melibatkanmu. Sungguh kamu diciptakan olehnya untuk menemani perjalananku dan melengkapi cerita hidupku. Namun, sudah begitu banyak kesalahan yang telah aku perbuat dan aku ingin berteman denganmun dengan penuh ketulusan.

Rasa takutku menghilangkan sisi kemanusianku Rasa takutku menghilangkan sisi kemanusianku Reviewed by Halim R on Juni 03, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.