Penuh banget rasanya hari ini kepalaku, mulai dari rasa malu yang aku tanggung ketika tampil tadi saat mata kuliah listening, tugas yang super dekat sama deadline, tugas baru yang berterjangan, dan keraguan yang aku hadapi untuk mengikuti lomba esai. Aku juga baru cek ke dokter dan ternyata hasil tekanan ku tinggi sehingga harus kontrol setelah dua minggu. Ada saja pikiran liar yang ters menghantuiku dan membuatku merasa menjadi seorang pesimis yang tak layak ada.
Semua orang tau tentang impian yang sedang aku kerjakan, tetapi orang-orang di sekitar sepertinya mengaggap aku tidak layak untuk itu. Ketika hal itu terjadi pendirianku menjadi goyah, sesuatu yang setiap hari aku bangun kembali diruntuhkan oleh mereka yang tidak percaya dan meremehkanku. Aku terkadang turut merasa bodoh dan ga layak ketika melihat teman seperjuanganku yang dulunya pernah ingin menjadi dokter ternyata sangat pintar untuk semua aspek jika dibandingkan diriku. Dia adalah teman sekelasku yang sangat baik, mungkin jika dia ingin dia bisa menggapai nya.
Sekarang, aku juga merasa sedang suka dengan seseorang yang dari semua hal ia jauh lebih baik jika dibandingkan denganku sehingga aku belum merasa pantas untuk mengungkapkan perasaan ini. Dia wanita yang hebat, aku akan berjuang untuk bisa menyamakan posisi itu setidaknya inilah yang bisa aku lakukan untuk memperjuangkan orang yang aku sukai, yakni menjadi layak untuknya. Ada banyak hal yang harus aku perbaiki di dalam diriku sendiri. Jika didalam prosesnya dia telah menemukan seorang cinta sejati untuk dirinya dan ia merasa behagia dengan pilihannya maka aku tidak akan menyesal karena pernah menyukai dirinya yang selalu penuh cinta, ketulusan, dan senyuman.
Terimakasih sudah ada sehingga kamu bisa jadi support sistem, walau mungkin kamu ga atau hal itu.


Tidak ada komentar: