Satu disaat membuat yel-yel aku seperti orang yang penakut dan lari dari tanggung jawab. Semalam aku mengirim sebuah konsep yel-yel kepada teman kelompokku. Yel-yel tersebut digunakan dalam salah satu lirik kami. Waktu latihan, bagian lirik konsep yel-yel ku tiba, terdapat beberapa bagian lirik yang perlu diganti dan beberapa gerakan yang tidak sinkron. Lantas mereka bertanya padaku, tetapi selalu saja aku mengarahkan agar bagian lirik itu dihilangkan. Berbeda dengan temanku. Dia memilih berdiam sejenak, mencari cara agar lirik itu bisa sesuai dengan gerakan nya hingga lirik itu dipertahankan dengan gerakan yang sesuai
Kedua aku merasa kebingungan dan tidak punya nyali disaat mendapatkan tanggung jawab. Ketika kabim meminta ku mencari tempat latihan, aku bingung mengatakan nya. Aku ingin bilang "lebih baik naik motor" karena jaraknya cukup jauh sehingga perlu mutar. Salah seorang temanku mengarahkan ke arah yg berbeda dengan pilihan ku, dimana aku mengira tempat yang akan dituju adalah pilihan temanku. Namun, aku salah karena tidak berani bertanya ditambah lagi tidak bisa memberikan arahan yang baik buat mereka. Aku malah membawa mereka jalan kaki dan melalui jalan yang cukup jauh. Jujur aku minta maaf, bahkan untuk hal-hal kecil seperti itu saja aku tidak punya ketegasan dan keluwesan.
Ketiga aku minta maaf karena ketidak pekaan atau peduli terhadap seseorang yang telah ku panggil teman. Aku ga sadar kalo informasi sekecil apapun bisa menjadi hal yang berharga bagi seseorang. Selain itu, aku harusnya membungkus makanan yang teman ku minta padahal sudah dibelikan. Malah diriku hampir abai jika tidak diingatkan, maaf ya.


Tidak ada komentar: