Kapan ya menangnya?

Malam dunia, teruntuk kamu yang membaca tulisanku yang penuh dengan curhatan tentang hidup, terimakasih yaa setidaknya ada seseorang yang tau tentangku.

Rasanya akhir ini berat banget ya, tugas kuliah, ujian tiada henti, remed berulang kali. Belum lagi ada harapan mereka yang harus aku banggakan. Makin hari pelajaran terasa semakin sulit. Ketika mengikuti perkuliahan kayak benar-benar kosong banget ga ada yang benar-benar dimengerti.

Ini bukan karena aku tidak ingin bertanya, tetapi aku sendiri pun bingung mau bertanya apa tentang materinya.

Apakah manusia jenis sepertiku adalah golongan yang memulai segalanya dari nol? Mau sampai kapan semua ini akan terjadi, sudah banyak hal percobaan dan perulangan yang selalu ku lakukan. Akan tetapi, aku tidak menemukan nya. 

Untuk kesekian kalinya aku bilang padanya "Percaya pada impianmu" setiap saat ketika hatiku merasa gundah, aku mencari-cari berbagai alasan untuk bisa bertahan. Namun, aku selalu gagal menjadi apa yang aku harapkan.

Benar bahwa tidak semua hal bisa kita dapatkan, tapii tak ada salahnya kan jika aku mengharapkan yang terbaik untuk diri ini. Impian-impian itulah yang membuat hidupku terasa lebih terarah.

Memang aku akui bahwa diri ini bukan si berbakat atau si jenius. Dia hanya tubuh yang kosong dan jiwa antah berantah. Ia kadang tidak yakin dengan dirinya sendiri.

Walaupun begitu, aku tidak akan menyerah maafkan aku ya mak pak kalo anak mu terus membebani kalian. Tukang pandai besi itu pernah bilang "Ga ada istilahnya anak yang membebani kedua orangtuanya". Akan tetapi, aku paham kok kalau banyak hal kecil yang terus maju dan berubah.

Sementara pangeran kecilmu ini masih belum berkembang menjadi sosok yang kuat.

Kapan ya menangnya? Kapan ya menangnya? Reviewed by Halim R on Oktober 09, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.