Untuk kesekian kalinya, aku kehilangan sahabat yang baik dan tulus

Teruntuk kamu yang memiliki hati yang penuh dengan ketulusan, maafkan aku yang selalu salah dan meragukan kebaikan mu.

Untukmu kawanku terimakasih telah hadir dalam hidup seorang manusia yang bahkan tak mengenal dirinya sendiri. Karena keberadaanku di dekatmu, justru aku takut membuat dirimu merasa tidak nyaman. 

Dulu aku pernah bilang kan, kalau aku adalah tipikal orang yg sulit untuk mempertahankan hubungan dengan orang lain, aku sendiri juga tidak mengerti kenapa itu bisa terjadi. 

Aki minta maaf ya, kurasa karenaku orang yang pendiam dan egois membuatmu turut dijauhi oleh yang lain. Sejak dulu aku memang terbiasa untuk melakukan sesuatu nya sendiri hingga hadir seseorang yang baik hati dan penuh keramahan. Dia selalu baik padaku dengan kelucuannya membuatku jadi tersenyum.

Ia dengan senang hati mengulur kan tangganya membantu orang lain, kalau soal kemanusiaan tidak perlu dipertanyakan, mungkin dia adalah orang terbaik yang pernah kutemui. 

Dia seperti kakak yang baik bagiku, tapi hatiku yang pekat dengan kelicikan dan sifat buruk selalu merasa terancam. Hati yang jahat itu selalu bilang " kamu ga pantas jadi temannya, lihatlah dia dikelilingi oleh orang yang baik dan tulus"

Maafkanku karena tak bisa mengerti dengan baik tentang dirimu. Kau mengajariku arti ketulusan tanpa batas. Kau tau saat hari itu kau bilang "masa kau mau berteman dengan orang yang nilainya lebih rendah" disitu hatiku merasa terluka.

Sejatinya bagiku tiada syarat dalam persahabatan, selama kita bisa saling mengenal dan mengerti satu sama lain aku rasa itu sudah lebih dari cukup. 

Untuk yang kesekian kalinya aku yang akan meminta maaf, kalau saja aku adalah orang yang pintar dan jenius aku ingin sekali bisa mengajarimu banyak hal. Aku ingin menjelaskan segala sesuatu dengan baik dan mudah dipahami kepadamu. Kalau bisa kita selalu tuntas dan lulus bareng-bareng ya. Akan tetapi, aku sendiri bingung dengan kondisiku yang sekarang.

Hatiku juga merasa hancur ketika kau bilang "Mikir-mikir lagi aku mau melanjutkan hal ini", disitu aku sudah membayangkan siapa lagi orang yang harus ku jadikan teman dekatku. Pada akhirnya, seperti yang pernah kukatakan bahwa, diriku memang sulit untuk mempertahankan hubungan yang baik dengan orang lain.

Makasih yaa orang baik yang telah mengajarkan arti ketulusan.

Terimakasih juga telah mengajak ku untuk berbuat kebaikan, aku harap dirimu selalu dilimpahkan kebaikan dan orang-orang yang lebih baik diriku. Berkelanalah terbarkan kebaikan dan kebahagiaan mu, semoga kau menjadi orang yang sukses seperti yang engkau harapkan.
Untuk kesekian kalinya, aku kehilangan sahabat yang baik dan tulus Untuk kesekian kalinya, aku kehilangan sahabat yang baik dan tulus Reviewed by Halim R on Oktober 11, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.