Aku takut kehilangan seseorang yang baru sajaku anggap teman baik. Jujur diriku sendiri tidak begitu tahu caranya berteman. Aku memang tidak selucu orang yang bisa membuatmu tertawa. Tidak sepintar mereka yang bisa memberimu solusi dari permasalahnmu, atau mungkin tidak sedekat mereka yang bisa secara langsung memberikan genggaman tangannya untukmu. Aku bukan nya tidak peduli, hanya saja aku merasa bukan orang yang tepat untuk berada di samping mu dan menjadi teman baik mu. Jangan marah yaa... sama diriku ini. Terkadang, aku ingin sekali lebih dekat untuk mengenal mu, berbagi cerita seperti waktu itu. Namun, hati kecilku malah terbawa oleh perasaan suka terhadapmu.
Aku menjauh karena merasa canggung untuk menjadi sahabat baik mu dan takut hubungan antar sahabat itu menjadi cinta yang bertepuk sebelah tangan. Aku belum pantas menjadi bagian dari mu karena aku tau kamu punya banyak orang yang lebih baik dariku . Bahkan, aku tidak bisa membedakan perasaan tulus darimu sebagai seorang teman dan sebagai seorang yang baru bentaran aja, sudah merasa seperti memiliki. Memang aneh perasaan ini.
Aku merasa seperti ada batu yang mengganjal di dalam hati ini, begitu sesak rasanya ketika perasaan rindu terlintas di hatiku, kemudian terus-terusan mengingatmu dan perlahan aku menyadari kamu memiliki orang yang mungkin jauh lebih baik dari diriku sebagai sahabat. Namun, aku ini siapa ? seorang manusia yang bahkan mudah terbawa oleh perasaan saat menjalin pertemanan. Memendam rasa adalah jalan lain agar setidaknya hubungan pertemanan kita tetap berjalan. Walau pada akhirnya rasa asing itu datang.
Sekali lagi aku minta maaf, belum bisa memberimu sesuatu yang berharga, aku selalu menatapmu mu dari kejauhan saat kau tersenyum, mengobrol, dan mengerjakan tugas yang cukup banyak. Apalah diri ini yang hanya orang biasa yang bahkan tidak tau caranya memiliki teman, mempertahankan pertemanan, dan katanya hanya mengandalkan diri sendiri. Padahal, begitu kesepian.
Oh ya, mungkin diantara kamu yang membaca tulisanku dan pembahasannya kesana kemari bahkan ngga nyambung, sekali lagi Maaf ya, soalnya tulisan ku hanya curahan hati saja dan gaya penulisannya tidak begitu bagus seperti tere liye hehe.
Aku bukannya sombong atau mungkin tidak peka, ketika aku melihat dirimu ada perasaan campur aduk memenuhi dadaku. Aku ingin sekali berada di dekatmu sebagai teman yang baik, saling mendukung, membantumu untuk setiap saat. Disisi lain timbul perasaan yang bahkan tidak bisa aku gambarkan, mungkin seperti ini, "Duh bantu ga ya ntar dikira aku suka sama kamu, sok dekat, sok kenal, padahal mah bukan siapa-siapa", "Kira-kira kalau ngebantu kamu pandangan mu ke aku gimana? aku hanya takut perasaan teman perlahan berubah menjadi suka", "Ia punya banyak orang-orang di sekelilingnya. Bahkan tanpa aku, kamu akan baik-baik saja atau mungkin suatu saat dirimu akan melupakanku". Yahhh mungkin itulah sebagian isi hatiku disaat ku ingin sekali menjadi teman yang layak untukmu
Sekarang dan seterusnya mungkin adalah akibat dari rasa takutku dan keegoisanku yang terlalu menganggap rendah diri ini atau perasaan yang muncul, parahnya aku sendiri tidak mengerti tentang perasaan itu.
Yahh mungkin sekarang aku kembali sendiri lagi, tanpa teman, tanpa cerita, tanpa ikatan, tanpa pengakuan, tanpa harapan lebih, tanpa menjadi apapun. Aku tidak ngerti lagi mengaggap mu teman baik atau malah justru perlahan suka dengan dirimu.


Tidak ada komentar: