Sesak Banget, Kok Gini ya?

Duh sesak banget,  kok aku begini ya? takut banget kalau aku ngeganggu kamu dan berdampak buruk untuk hidupmu. Kalau kehadiranku malah membawa ketidakberuntungan bagimu kurasa hanya dengan melihat mu bahagia sudah cukup membuat hati ku merasa lega. Kamu tau ngga, setiap kali aku berusaha melupakan justru ingatan itu datang kembali. 

Kamu sudah begitu ceria tanpaku, teman dan keluarga yang penuh cinta menjadikanmu sosok wanita terbaik dimataku. Namun, aku menjadi takut kedatanganku justru melukai dirimu. Aku ingin bertemu lagi denganmu, tapiii hati kecilku bilang "jangan terlalu effort paling juga kamu bukan siapa-siapa dimatanya". Hal itu diperkuat dengan dirimu, seperti menganggap diriku hanya serpihan kecil yang bisa dibuang dan dipergunakan kapan saja.

Aku tidak bisa lagi menggambarkan perasaan ini, jujur sakit banget tau, sebenarnya kamu anggap aku teman atau ngga sih?. Kalaupun ngga, juga tidak masalah, setidaknya aku bisa tahu bahwa keberadaanku hanya menjadi pelengkap bagimu bukan saling menguatkan satu sama lain.

Aku juga merasa setiap kali ingin ngobrol sama kamu rasanya takut banget ngga bisa menyeimbangi pembicaraan itu. Maafkan diriku yang terlalu kaku ini ya.

Ketidak tahuanku terhadap arti seorang teman, membuatku bertanya "Sebenarnya kamu itu tulus ngga sih jadi seorang teman? atau aku yang terlalu gampang dipermainkan perasaannya sampai-sampai memaklumi setiap perbuatan  yang kamu lakukan ke aku?". Terlepas dari itu semua, kenyataanya pertemanan ini sudah tidak murni lagi. Perasaan seorang teman kini telah berubah menjadi suka.

Hahaha lucu ya, aku mengira keramahanmu padaku adalah bentuk peduli melebihi seorang teman. Ya aku yang salah memahaminya, sedari awal dirimu memang begitu friendly ke siapa saja, bukan hanya padaku. Hingga aku menyadari ketika melihat dirimu bersama dengan yang lain perasaan cemburu itu muncul.

Sekarang aku ingin kembali membangun pertemanan kita. Aku tidak mau peduli lagi soal dirimu dengan siapa dan bagaimana. Kita akan saling mendukung dan menguatkan satu sama lain, kuharap perasaan lama itu tidak tumbuh lagi sehingga aku hanya perlu mencintai diriku sendiri.

Sesak Banget, Kok Gini ya? Sesak Banget, Kok Gini ya? Reviewed by Halim R on Maret 24, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.