Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) merupakan ajang bergengsi yang setiap tahunnya selalu diadakan. Hari ini aku menjadi salah satu peserta untuk mengikuti lomba tersebut. Kamu tau ga? di debat pertamaku ini, aku full baca text langsung hasil print dari AI dan ga bisa menggunakan pemikiranku sendiri. Selain itu, akupun belum menjadi seorang partner yang baik karena jujur saja kemampuan yang kumiliki belum setara dengan nya.
Aku memang kalah dan sedikit merasa malu karena tidak bisa berkata-kata lagi. Bahkan untuk menyebut diriku sebagai mahasiswa yang seharunya punya pemikiran dan bernalar kritis saja akupun tak pantas. Kadang aku juga mempertanyakan kembali apakah bisa aku bangkit dari keterpurukan ini?
Hari ini aku begitu bersyukur walaupun kalah dengan sedikit rasa malu, setidaknya aku bertemu dengan orang hebat dan terinspirasi oleh mereka yang telah aku temui dari kontes debat hari ini. Hal tersebut membuka mataku melihat lebih luas dan menyadarkanku bahwa masih banyak orang-orang dengan kemampuan terbaiknya yang terus membuatku merasa kagum.
Aku juga menyadari kemampuanku yang masih kurang dalam berkomunikasi dan nervous saat menyampaikan sebuah argumen. Merangkai kata, menyusun, dan/atau mengupas suatu persoalan masih sulit bagiku untuk melakukannya. Aku semakin merasa tidak bisa mengikuti pembahasan yang ada di dalam debat karena lawan debat kami sudah sangat berpengalaman dan solid sekali. Aku begitu excited saat kedua pembicara dari Kontra 1 atau OO (Opening Oposition) dalam sistem british parliamentary mulai menyampaikan argumen.
Penyampaian yang begitu lugas dan terarah, ditambah lagi memahami betul kondisi status quo dari berbagai sudut pandang membuatku bertanya-tanya mereka kok bisa tau gitu ya? Aku seketika itu juga langsung nge fans banget ke mereka berdua, jadi pengen bisa menyampaikan argumen dengan seberani dan selancar itu.
Selain itu, banyak debater mengupas sebuah persoalan dan menyampaikan argumen nya melalui ragam celah untuk menjatuhkan lawan yang turut membuatku kagum kepada mereka diruang debat pada hari ini. Kalian semua keren banget, aku akan coba berlatih sampai betul-betul bisa menjadi orang yang ketika menyampaikan argumen bisa mempengaruhi audiens dan lawan bicara.


Tidak ada komentar: