Mungkin ngga akan ada seorang pun yang mencintai aku dengan tulus karena dirikupun masih berada di dalam kehampaan, keterpurukan, kebingungan, dan kekacauan. Aku memang lemah dan aku ga layak untuk siapapun. Walaupun dunia bilang, "bahwa kamu layak dicintai" tetapi kenyatannya akupun mempertanyakan tentang diriku sendiri yang selalu hilang arah dan menganggap nya tidak berguna.
Tubuhku ga salah, tetapi hasrat, nafsu, ambisi, dan ketakutan membuat semuanya menjadi runyam. Lagi dan lagi aku menjadi manusia yang tidak bertanggung jawab kepada diriku sendiri. Aku mau bangkit, aku mau berjuang, sayangnya itu ga mudah dan aku nge-stuck di tempat itu lagi. Di saat teman sebayaku yang sudah mulai bertemu dengan jati dirinya, menggali potensinya, sedangka aku? Masih berkelut pada kepantasan ku sebagai seorang manusia yang ga tau mau kemana.
Aku iri kepada mereka yang punya keberanian besar, disisi lain itu juga aku senang pernah bisa seperjuangan dengan mereka yang telah sukses disaat ini. Aku juga ingin berhasil dan menginspirasi seperti mereka, tapi emangnya bisa?
Tertinggal sengat jauh dari teman-temanku jujur menyakitkan, walaupun motivator bilang hidup itu bukan soal, "Perlombaan". Namun, kenapa aku merasa minder ketika teman-teman sebayaku sudah berhasil menggapai yang mereka inginkan
Maafkan aku ya wahai diriku karena belum bisa memberikan sesuatu yang terbaik untukmu. Kadang kala aku juga berjuang kok supaya kita bisa sukses di masa depan, yaaa kendatipun realitanya kita selalu gagal lagi dan lagi.
Motivator mungkin akan bilang, "Gagal itu adalah hal yang wajar, tetapi jangan pernah berhenti dan takut untuk memulai". Akan tetapi, hati ini bakal bilang "Kok gua gagal lagi ya? kemana perginya keberanian gua? Kemana gua yang dulu ya yang kalau gagal berusaha untuk memperbaiki dan mencoba lagi?" Aku ga tau lagi kenapa akhir-akhir ini menjadi seperti orang yang semakin tidak peduli dengan orang disekitarku dan dirinya sendiri, berantakan banget lah intinya.
Aku tau aku harus berjuang, aku memang belum mengerahkan semua usahaku untuk menggapai apa yang menjadi tujuanku. Waktu dan hari silih berganti seperti tidak ada perubahan yang berarti. Katanya keberhasilan di gapai setelah kita konsisten mencoba dan gagal. Aku lakukan itu, akhirnya aku terjebak didalam siklus kegagalan tiada henti. Semangatku hilang dan aku mempertanyakan apakah ini yang aku tuju?
Makna keberhasilan itu sendiri berbeda bagi setiap orang. Standar kesuksesan ku mungkin sedikit gila, aku mau jadi dokter dapat beasiswa dan punya klinik sendiri. Selain itu, aku ingin menjadi seseorang yang diundang menjadi narasumber atau pemateri untuk menyampaikan pengetahuan yang aku kuasai agar nantinya bisa bermanfaat bagi orang disekitarku. Aku juga punya impian bisa menciptakan sebuah buku yang publish dan dicetak secara masal serta tulisan-tulisan ku masih dibaca, berguna, dan relevan bahkan ketika aku sudah pergi dari dunia.
Terimakasih untuk diriku sendiri yang sudah kuat sejauh ini, menemaniku untuk mengejar ambisi yang gila, merasa dipermalukan, dianggap remeh, dipandang rendah yang sebenarnya itu adalah hasil dari overthingking tiada henti. Thankyou so much...


Tidak ada komentar: