Gua Lupa Tujuan Awal

Perasaan khayalan gua dulu ga gini deh. Waktu di kelas gua biasanya membayangkan diri ini menjadi dokter. Selama hampi setahun, pikiran gua selalu berkelut antara impian dan realita. Suara itu kembali muncul, riakannya dan riuhnya membuat hatiku tergerak untuk kembali mengejar impianku. Kalau semua orang tidak percaya denganku, lantas siapa lagi jika bukan aku yang bisa memegang teguh impian itu.

Aku percaya kepada ia sang pemilik takdir. Ada banyak sekali hal yang harus aku persiapkan sebelum diterima di fakultas kedokteran. Aku percaya jalan yang diriku lalui tidak semudah mereka yang sekali coba langsung lulus. Aku percaya bahwa aku harus semi-gapyear adalah yang terbaik buat aku. 

Jujur saja, kadang gua masih belum bisa menerima sepenuhnya kuliah sambil persiapan UTBK, karena pada akhirnya setahun berlalu aku malah melupakan tujuan awalku. Kalau saja aku diizinkan Gapyear setidaknya aku bisa memberi fokus pada diriku mengejar impian itu. Memang sihh ga ada jaminan bakal bisa lolos yang mugkin itu akan menambah tekanan sosial bagi diriku dan orang tuaku.

Namun, ga ada gunanya gua menyesali semua ini. Kalau pun memang gua serius, ga ada tuh gua leha-leha, ga belajar, ngeluh dan malas-malasan. Mestinya gua jadikan ini peluang sebagai kesepakatan (win-win solution) dimana orang tua gua setuju buat tetap  ngebiarin gua bisa mengejar impian walau sambil kuliah. 

Gua salah karena ga punya jadwal teratur dan konsisten untuk membentuk cara belajar gua. Selain itu, gua juga lupa bahwa gua sedang semi-gepyear dan semestinya gua lebih fokus pada impian itu. Ga bisa dong kalau dua-dua nya mau di embat. Mesti ada salah satu yang akan dikorbankan, ntah hasil UTBK atau nilai gua diperkuliahan saat ini.

Sekarang keberanian itu muncul kembali dan hanya ada satu kesempatan terakhir, yakni UTBK tahun 2027. Gua ga akan ikhlas sebelum mengeluarkan semua usaha gua untuk mengejar impian itu mati-matian. Gua percaya bahwa semua orang bisa menjadi apa yang dia mau, selama dia yakin pada dirinya dan yakin pada yang menciptakannya serta itu baik buat dirinya.

Aku menuliskan ini dengan penuh harapan, jika dengan sepenuh jiwa dan raga telah ku berikan untuk UTBK di tahun ini dan nanti. Namun, takdir tidak menemukan ku dengannya. Setidaknya aku bisa lega karena sudah pernah memperjuangkan itu sampai harus berada pada babak yang terakhir kalinya.

Terimakasih diriku udah kuat dan mau menerima egoku. Maaf ya kalau kamu bertemu dengan orang yang segila ini untuk mengejar impianya, aku mau semoga kamu bisa sehat dan sama-sama memperjuangkan yang telah lama terpendam.

Gua Lupa Tujuan Awal Gua Lupa Tujuan Awal Reviewed by Halim R on April 13, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.