Kamu tau ngga? kalau dulu aku pernah berjanji akan mengejar impianku sampai bisa mendapatknnya. Dulu aku pernah membayangkan, diri ini punya klinik sendiri dan bisa mengobati orang lain menggunakan stetoskop. Menjadi seorang dokter yang hebat dan membuat kedua orang tuaku bangga adalah impianku. Aku ingin membuktikan pada mereka bahwa anak laki-lakinya ini bisa menjadi seorang dokter dengan beasiswa full. Namun, rasanya sangat sulit untuk kembali mengejarnya lagi. sekarang ini aku berkuliah di jurusan Bahasa Inggris, yapp jauh sekali dari dunia STEM.
Ketika aku ditanya, nanti kalau sudah besar mau jadi apa? dengan yakin dan spotan serta harapan besar bahwa diri ini bisa menjadi dokter spesialis jantung. Tidak bisa terbayangkan betapa bahagianya, saat seseorang memanggilku dr. Lim. HAHAHA kini akupun menertawakan mimpiku sendiri. Walaupun begitu, secarik ingatan masih tertanam begitu dalam dan mengatakan, "Kau masih begitu muda, ayo kejar kesempatan itu".
Kini keberanian itu perlahan luntur, yakni memilih untuk kembali memperjuangkan sebuah impian besar atau menerima keadaan saat ini. Aku kembali mengingat slogan Sutan Sjahrir yang terus diulang oleh Wikan Larasati dalam buku Kincir Waktu, "Hidup yang tidak pernah dipertaruhkan, tidak akan pernah dimenangkan" Ujarnya ketika ia mengambil keputusan besar dalam hidup. Setiap keputusan ada risiko dan konsekuensi yang diterima. Pilihannya aku melupakan untuk selamanya impian itu atau berjuang kembali walau tidak ada jaminan untuk dapat menggapainya.
Dari hati kecilku yang paling dalam, ia masih sangat ingin untuk memperjuangkan itu semua. Akan tetapi, ada banyak keraguan dan pertanyaan-pertanyaan yang menyerangku sehingga meruntuhkan tembok keberanian yang telah aku bangun. Ditambah lagi, lingkungan yang menerimaku seolah membuatku merasa nyaman untuk menetap di zona ini.
Di usia yang hampir menyentuh kepala dua, membuatku kembali berfikir berkali-kali antara impian dan realita yang ada. Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan, tetapi aku percaya bahwa impian itu akan terwujud. Entah, dalam bentuk yang di harapkan atau melalui hal lain yang telah direncanakan olehnya.


Tidak ada komentar: