Kadang gua biasanya mikir apa sih yang menjadi batasan ketika kita menjalin komunikasi dengan siapapun?
Banyak orang bilang, semakin banyak bertanya dan menggali sesuatu dari orang lain itu sangat penting, agar mendapatkan pengalaman yang nantinya bisa dijadikan pembelajaran. Selain itu, melalui pertanyaan-pertanyaan kecil siapapun bisa membangun kedekatan dengan orang lan. Cuma ga semua pertanyaan seenak jidat lu bisa lu lontarkan ke orang lain. Mana tau ya ada pertanyaan yang membuat lawan bicara jadi ga nyaman. Entah, teringat dengan masa lalu yang kelam atau ada batasan yang memang ga ingin dia beritahu. Dengan begitu, setiap orang punya pilihan untuk tidak menjawab, sebab bisa jadi itu sudah masuk ranah privasi yang memang lu atau orang lain ga boleh tau.
Gua takut aja gitu ya, kalau first impression dimata orang lain tentang gue itu buruk karena salah mengajukan pertanyaan sepele. Sebenarnya ga masalah sih, cuma takutnya kalau kehadiran gue melalui pertanyaan nyeleneh malah membuat suasana ngobrol menjadi ga nyaman. Kadang gue ngira kalau menjadi orang lain dan berusaha humble ke siapapun itu baik buat gua. Jujur itu menyenangkan dengan begitu gue bisa punya banyak teman. Namun, juga cukup melelahkan karena berusaha untuk terlihat bersemangat dan baik-baik saja di depan dunia.
Kadang rasa tidak percaya diri dan merasa diri rendah muncul tiba-tiba. Kayak ga tau mau ngomong apa ya sama lawan bicara, jadinya ke trigger dan pengennya buru-buru mengakhiri pembicaraan. Terus ga ada hujan ataupun angin, mendadak kosong, linglung, hampa, dan plin-plan. Hal-hal ini yang membuat orang-orang disekitar gua mungkin merasa bingung ke gua.
Kadang gua mikir untuk bisa menjadi orang yang selalu bisa mencairkan susasana, sepertinya menyenangkan sekali. Mereka adalah tipikal yang mungkin selalu disukai oleh siapapun. Gua berusaha menjadi seperti itu, tapi kesannya kok kayak memaksakan ya?
Gua cuma ingin ngalir aja dalam pembicaraan. Ditengah komunikasi, yaa mungkin adalah terselip humor atau hal-hal random yang bisa gua tunjukan untuk membuat keadaan menjadi tidak kaku. Ga perlu untuk selalu ingin menjadi yang didengar, tetapi saling memberi ruang dalam percakapan dan sama-sama nyambung itu sudah cukup.


Tidak ada komentar: